[FanFiction] My Room Mate (Chapter 1)

Posted: September 26, 2012 in FanFiction
Tag:, , , , , , , , , ,

Okay, this is my first fanfiction, so i decided to make it Indonesian first, hope you enjoy it ^^, oh and remember this is YAOI, if you don’t like YAOI (mean: Boys Love) please don’t read it… Thanks ^^

Author: Yong Jun Seob

Title: My Room Mate

Cast(s): All Member B2ST

Pair: JunSeob, KiWoon, DooSeung

Genre: Humor

Leght: Two-shoot

Chapter: 1 of 2

Chapter One

The First Time

Cube High School, sebuah sekolah yang memiliki sistem asrama, itu looh, sekolah yang semua muridnya tinggal disana juga, seperti apartemen itu. Baiklah, hari ini setiap kamar akan memiliki seorang room mate baru.

“Hari ini kalian akan memiliki room mate baru,” Kata-kata ini terus berputar di kepala seorang namja tampan yang bernama Yong Jun Hyung, ia tinggal di kamar nomor 195. Kata-kata yang keluar dari mulut kepala sekolah ini membuat Jun Hyung berpikir seperti apakah room mate-nya nanti.

Di luar kamar 195

“Jauh sekali…! Ini saja masih kamar ke 100!” Seorang namja imut tampak sedang mencari cari kamarnya sambil menarik sebuah koper yang terlihat cukup besar. “Hmm… Jauh sekali,” keluhnya lagi.

Ia kemudian mempercepat langkahnya “Ah! 190, aku semakin dekat! 191…, 192…, 193…, 194…, selangkah lagi! 195!!!! Yay!!!!! Akhirnya aku sudah sampai.” Soraknya begitu sampai di depan pintu kamar 195.

Segera ia membuka pintu itu, “Hai!” katanya

“Oh…, kau namja baru yang akan berbagi kamar denganku ya?” suara namja baru membuat Jun Hyung berhenti memikirkan soal namja yang akan berbagi kamar dengannya.

“Ne. Namaku Yang Yo Seob, Hyung?” jawab namja itu.

“Namaku?? Yong Jun Hyung, senang berkenalan denganmu.” jawab Jun Hyung.

“Aku juga” kata namja yang bernama Yo Seob itu. “Oh ya, aku pindahan dari Seoul High School” lanjutnya.

Jun Hyung belum tahu, namja yang bernama Yo Seob itu suka mengerjai orang. Mungkin sekarang Jun Hyung belum mengetahuinya, tapi, dia pasti mengetahuinya dalam jangka waktu yang tidak lama, alias cepat.

“Oh ya, ini jadwal tiap harinya, waktu tidur paling lambat pukul 11 malam jika ketahuan kalian tidur lewat dari jam 11 malam, kalian akan di beri sanksi, kemudian pukul 7.30 semua murid sudah harus ada di sekolah, lalu mulai pukul 11 pagi – 3 siang, semua murid boleh bebas, terakhir mulai dari pukul 3.30, semua murid diharuskan untuk berada di kamar masing masing” jelas Jun Hyung panjang lebar sambil memperlihatkan kertas yang berisi jadwal semua murid.

“Arraseo…” kata Yo Seob, kemudian membuka kopernya sambil memasukkan barang-barangnya kedalam sebuah lemari yang ada di kamar itu.

Night

“Pukul 11!” Suara sang kepala sekolah terdengar di seluruh kamar yang ada di asrama Cube High School “Baiklah! Sekarang waktu kalian untuk tidur! Semua pengawas asrama akan mengawasi kalian, setiap pintu keluar akan dikunci.”.

Setiap kamar segera menjadi gelap, semua orang sudah tertidur kecuali kamar 238 yang dihuni oleh Jang Hyung Seung dan Son Dong Woon, sepertinya mereka sedang asik bermain bersama. “Hyung! Aku mohon, cukup…” pinta Dong Woon.

“Tidak… Tidak… Tidak…!” kata Hyung Seung menolah “Kau sudah keterlaluan! Ini untuk balas dendam untuk kau yang dari pertama datang sudah menjahiliku!”.

“Ampun Hyung! Ampuun, ampuun, aku takkan melakukannya lagi! Tolong, kasihani aku, yaah..” kata Dong Woon sambil berlutut didepan Hyung Seung dan menunjukkan puppy eyes-nya yang gagal.

“Baiklah, ini hanya karena kau adalah murid baru. Tapi, jika ini terjadi sekali lagi, tidak ada kata ampun untukmu!!” kata Hyung Seung mulai meninggalkan Dong Woon dan segera tidur di tempat tidurnya. Dong Woon yang belum melakukan apa pun segera berganti baju dan pergi ke kamar mandi untuk menyikat giginya dan segera tertidur.

Pukul 5.30 Pagi, Di kamar 195

Yo Seob segera terbangun “Hooam…!” Ia menguap. “Hari yang indah…!”. Dilihatnya room mate-nya, Jun Hyung masih tertidur. Segera muncul dipikirannya untuk mengerjai room mate-nya itu, 1 menit… 2 menit… Menunggu, ‘Inilah saatnya’ batinnya.

“H- h- Hyung! Bangun!” kata Yo Seob berusaha membangunkan Jun Hyung perlahan-lahan, tapi Jun Hyung tidak bangun.

“Hyung!!!!!! Sudah waktunya!!!!!!” Kali ini Yo Seob berteriak, namun tidak ada reaksi apa pun dari Jun Hyung yang tetap tertidur lelap.

Kemudian Yo Seob segera naik ke atas ranjang Jun Hyung “Jakkuman sigani ga gwaenhan geokjeongman neureoga wae nan ireoke jinaenneunji ppeonhan maldeulman neureonwa all night” Yo Seob bernyanyi-nyanyi sambil menari-nari seperti orang gila di atas ranjang Jun Hyung dengan berteriak.

“Kau sudah lihat aku bangun kan??? Sudahlah biasa saja…” kata Jun Hyung dengan nada agak marah.

“Oh… Baguslah kalau begitu… Aku hanya ingin membangunkanmu saja, Hyung” kata Yo Seob.

“Ne…, terserah” jawab Jun Hyung yang kelihatannya sangat kesal atas apa yang dilakukan oleh Yo Seob itu, karena sudah dibangunkan oleh room mate-nya yang evil itu, ia tidak bisa tertidur dan terpaksa segera mandi, kemudian dia memakai seragam sekolahnya.

At School…

“Junnie, tumben kau datang cepat” kata Doo Joon, salah satu sahabat Jun Hyung mengejek. “Yaah, kau tahu kan?? Biasanya kau datang agak telat…”

“Aish! Doo Joonie, kalau bukan karena room mate-ku, aku tidak akan datang secepat ini ke sekolah..” jelas Jun Hyung dengan wajah yang terlihat kesal.

“Ha ha ha… Kalau begitu, bagus doong,” Doo Joon mengejek.

“Arrgh! Doo Joonie, kau malah mengejek, bukannya membantu” Jun Hyung yang tadi wajahnya terlihat cemberut, bertambah cemberut lagi.

“Jun Hyung! Doo Joon!” panggil sahabat mereka yang satunya lagi, Jang Hyun Seung yang sedang berlari mendekati mereka. “Apa yang kalian pikirkan tentang room mate kalian yang baru?” Hyun Seung langsung menanyakan pertanyaan itu begitu mendekati mereka.

“Room mate-ku?? Suka mengerjai orang! Aku saja dibangunkan olehnya tadi pagi!” wajah Jun Hyung terlihat lebih kesal lagi saat mendengar Hyun Seung mulai bertanya tentang room mate baru.

“Kalau aku?? Room mate-ku ummh… Sangat mudah ditaklukan khe~ khe~ khe~ ha ha ha…”jawab Hyun Seung yang kelihatannya sangat bangga karena memiliki room mate yang bisa ia kerjai.

“Kau???” Serentak Jun Hyung dan Hyun Seung bertanya pada Doo Joon tentang room mate-nya bersamaan.

“A- aku??? R- r- room mate-ku?? Ummh… Tidak ada kok!” kata Doo Joon serentak langsung membuat Jun Hyung dan Hyun Seung.

“Omo! Bagaimana bisa?? Semua kamar, kan harus ada room mate baru…” Hyun Seung langsung berkata seperti itu saat mendengar Doo Joon berkata seperti itu.

“Entahlah, aku tidak tahu juga kalau aku memiliki room mate tidak, karena sekolah juga tidak menjelaskanya padaku” jawab Doo Joon.

Sementara itu… Di Seoul..,

“Eomma! Apa aku telat masuk sekolah asrama itu?” seorang namja yang imut keluat dari kamarnya.

“Ne. Kau sangat terlambat!” jawab ibunya “Kau bahkan terlambat sehari, kau tidak ikut upacara penyambutan murid baru kan?? Padahal kau harus mengikutinya! Itu hari pertamamu bersekolah”.

“Mwo???? Se- se- se- sehari????! Aku sangat terlambat masuk sekolah itu! Arrgh! Eomma juga tidak memberitahuku!” namja itu kaget setelah mengetahui ia sudah melewatkan hari pertama di sekolah barunya itu.

Segera namja itu berlari ke kamarnya, lalu mengemas barang-barangnya secepat kilat sambil melipat-lipat pakaiannya, beruntungnya, namja ini tidur sendiri… Bayangkan saja jika dia tidur dengan orang lain di kamarnya, bisa dibayangkan, kan?? Bagaimana jika dia salah… He, hehe, Back to the story!Kemudian ia cepat-cepat mandi, dan berganti baju.

“Eomma, aku pergi dulu!” kata namja itu sambil memakai sepatunya, kemudian menggendong tasnya lalu segera bergerak pergi menuju sekolahnya yang baru. “Cube High School?? Hmm… Seperti apa yah sekolahnya???” gumamnya.

Kembali ke sekolah

Kelas 1 A sedang melakukan absensi…

“Yang Yo Seob??”

“…”

“Hadir Songsaengnim”

“…”

“…”

“Lee Gi Kwang??”

“…”

“…”

“Ada yang bernama Lee Gi Kwang di sini?” tanya songsaengnim

“Tidak, Songsaengnim” semua murid segera menjawab seperti itu.

Oke, Sekarang, nasib namja yang terlambat sehari,…

Akhirnya, dia sampai di Cube High School. “Akhirnya aku sampai” kata namja imut dengan gaya culun itu begitu sampai di depan pintu gerbang Cube High School”katanya.

“Maaf, ajusshi…” kata namja imut yang bergaya culun itu. Seorang pria yang berada dekat gerbang segera memeriksa baju namja itu dengan tatapan curiga. Tertulis di situ ‘Lee Gi Kwang’ di sebelah kanan bajunya dan di sebelah kirinya tertulis ‘Cube High School’ lengkap dengan lambang kubusnya.

“Oh… Kau anak kelas 1 A yang baru itu??? Kami dari tadi memang sudah menunggumu! Silahkan, masuk” kata pria itu membukakan gerbang untuknya. “Kamarmu adalah kamar nomor 303.”.

Segera namja itu berjalan menuju kamar 303.

Kamar303…

Doo Joon sedang berpikir apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabatnya itu, tidak mungkin dia tidak punya seorang room mate… Dia pasti memilikinya.

Oke, Kembali pada namja yang terlambat!

Sambil menggendong tas ranselnya, namja itu segera berlari menaiki tangga “Hosh… Hosh… Hosh… Tingkat dua…, Hosh… Hosh… Hosh… Tingkat tiga! Akhirnya!” namja itu segera membuka pintu dan mencari kamarnya “301…, 302…., hosh…. Akhirnya 303!!! Yay!!!” sorak namja itu sambil mengelap keringatnya.

Ia segera membuka pintu kamar itu, “Annyeong…” kata namja itu sambil berjalan mendekati Doo Joon.

“Siapa kau??? A- a- apa kau room mate-ku yang baru???” tanya Doo Joon.

“N- n- ne. Hosh. A- aku room mate-mu yang baru. Namaku. Hosh. Lee Gi Kwang. A- aku agak t- telat datang kesini. Hosh. K- karena aku l- lupa kalau kemarin adalah upacara penyambutan untuk murid. Hosh. Baru.” Kata namja itu sambil terengah-engah karena kecapekan. “Hyung?”

“Aku Yoon Doo Joon…” Doo Joon memperkenalkan dirinya secara singkat kepada namja yang bernama Lee Gi Kwang itu sambil mengambil sebuah kertas yang berisi tentang kegiatan yang akan di jalankan oleh setiap murid disertai dengan waktunya.

“Gumawo…” ucap Lee Gi Kwang.

“Ne.” Jawab Doo Joon singkat.

Kamar 195…

Kamar ini merupakan kamar yang tidak pernah diam… Selalu saja ribut, karena di huni oleh Yong Jun Hyung, dan terlebih… Yang Yo Seob, yang setiap harinya tidak pernah berhenti mengerjai room matenya, dan tiap pagi, Jun Hyung dibangunkan oleh Yo Seob dengan cara Yo Seob bernyanyi sambil berteriak dan menari nari seperti orang gila di atas ranjang Jun Hyung.

“Hyung… Dapatkah kau membantuku??” tanya Yo Seob.

“Hmm…” Segera Jun Hyung pergi mendekati Yo Seob namun menjauhinya beberapa langkah.

“Tenang saja” kata Yo Seob.

Mendengar kata-kata Yo Seob Jun Hyung yang tadinya memberanikan diri untuk mendekati Yo Seob berpura-pura tidak mendengarnya sambil tidur dan sengaja mematikan lampu.

“Ya~!” Teriak Yo Seob saat melihat Jun Hyung mulai mematikan lampu kamarnya. Segera ia berjalan dan menyalakan lampunya lagi. Cuurr… Saat lampu menyala, segera ia siramkan air dingin ke kepala Jun Hyung.

“YA~!” Kali ini teriakan Jun Hyung yang terdengar jauh lebih besar dari teriakan Yo Seob tadi.

Diluar Kamar 195, tepatnya pos para pengawas asrama

“YA~!” teriakan Jun Hyung ternyata terdengar hingga di pos pengawas ini… Lalu, sang pengawas yang bertugas pun mencari asal suara tersebut.

“Siapa yang berteriak sekeras itu?” kata sang pengawas begitu membuka dan memeriksa semua kamar.

Tepat sampai di kamar 195, “Kalian, selalu tidak pernah diam tiap pagi, siang, sampai malam. Apa saja sih yang kalian lakukan?” tanya sang pengawas dengan nada marah.

Jun Hyung berpura-pura tidur. “Aish…” Yo Seob menggerutu pelan. “A- anio… Kami tidak melakukan apa-apa…”.

“Ck… Hyung selalu saja tertidur begitu pengawas asrama datang…” gerutu Yo Seob sambil berjalan kembali ke meja belajarnya.

Malam ini boleh dibilang adalah suatu malam yang jarang bagi para siswa yang tinggal di sekitar mereka, ditingkat 1.

Pagi!!!

Seperti pemandangan yang biasanya dilihat di kamar 195, Yo Seob akan naik di ranjang Jun Hyung sambil bernyanyi dan menari-nari seperti orang gila. Tentu saja, Jun Hyung akan marah saat bangun.

“Ya~! Yang Yo Seob! Apa kau tidak bisa berhenti bertindak layaknya alarm?? Aku tidak dapat tidur nyenyak” Kata Jun Hyung.

“Justru itu, Hyung!” Jawab Yo Seob “Justru itu yang membuat aku ingin membangunkanmu! Kau sepertinya orang yang malas… Ck… Ck… Ck, jadi ku putuskan untuk membangunkanmu setiap pagi!”.

“Aigoo~~ Aku bisa STRESS mempunyai room mate sepertimu!” Kata Jun Hyung sambil memegang megang kepalanya layaknya orang yang sedang sakit kepala.

“Khe~ Khe~ Khe~” Tawa Yo Seob mengejek.

“Kalau ini bukan pagi hari… Khe~ Khe~ Khe~ Yang Yo Seob berhati – hatilah kau!” Kata Jun Hyung “Akan ku balas semua perbuatanmu!”.

“Oh ya?! Coba saja kalau Hyung bisa melakukannya!” Ejek Yo Seob sambil mengeluarkan lidahnya dan bernyanyi nyanyi layaknya anak kecil yang sedang mengerjai temannya. “Nye nye nye nye nye nye…”.

“Cih… Tentu saja aku bisa melakukannya. Hanya saja kau tak akan tahu kapan dan bagaimana akan ku lakukan” Kata Jun Hyung sambil bergaya layaknya itu adalah sesuatu yang mudah. “Lihat saja…”

“Cih… Kau tidak mungkin dapat mengerjaiku… Banyak orang sudah menjadi korbanku” Kata Yo Seob.

“He… He… Haruskah aku takut??!” Jun Hyung menantang.

“Ne!” Kata Yo Seob.

“Goure?? Aku tidak merasa aku harus takut!” Tanya JunHyung menantang. “Lihat saja nanti!” Lanjutnya.

“tentu saja.. memangnya aku takut” Yoseob berkata sambil memeletan lidahnya yang membuat Junhyung kesal setengah mati

“sial apa aku mendapat room mate sepertimu??” Kata JunHyung.

“tentu saja kau tidak akan sial jika punya room mate seperti ku malah kau beruntung karena punya room mate sepertiku.. bahkan kau sudah tidak pernah terlambat lagikan??” Jawab YoSeob.

“terserah kau saja” Junhyung langsung melangkah pergi meninggalkan yoseob di dapur

“mianhae hyung , apa kau sudah melupakanku?? Hyung… jeongmal saranghaeyo.. bogoshipo hyungie…” Kata YoSeob tiba-tiba.

Sementara itu dikamar Junhyung

bagaimana bisa aku menyukai orang yang menyebalkan seperti dia… wajahnya mengingatkan ku pada seseorang tapi siapa ya?? Sarangha..ah apa yang aku katakan??? Aishhh” Kata JunHyung, sambil berjalan menutup pintu kamarnya.

Malam harinya di aula saat makan malam

“anak anak hari ini kita punya teman baru disini ia kemarin tidak dapat hadir saat upacara hari pertama maka dari itu aku akan mengenalkan dia kepada kalian semua” kata kepala sekolah yang tidak lain adalah Park Jung Soo atau biasa dipanggil Leeteuk

“a..annyeonghaseyo jone..joneun Lee Gikwang imnida.. bangeapseumnida chingudeul” Kata murid baru tersebut memperkenalkan dirinya.

“sepertinya dia anak yang unik” kata YoSeob.

“maksudmu apa Yoseob” tanya Junhyung.

“hm.. kau duduk di…” Kata sang kepala sekolah sambil melihat kursi kosonng yang ada di ruangan tersebut.

“disini saja songsaengniem..” teriak YoSeob.

“baiklah kau duduk bersama DooJoon , Yoseob , dan Junhyung disana” jawab sang kepala sekolah.

“ne khamsahamnida songsaengniem”kata gikwang sambil membungkuk karena gaya gikwang yang culun membuat ia tidak dilirik oleh anak – anak cube international school walaupun dia tidak di hiraukan oleh teman – temang barunya namun beruntung ia bisa bertemu Yoseob karena sejak hari itu mereka berteman dengan baik bahkan membuat iri semua murid yang ada disana

Hari hari terus berlanjut dengan kegiatan yang menjengkelkan bagi semua siswa yang bernama BELAJAR.

Di akhir minggu adalah waktu paling disukai oleh semua siswa karena pada hari minggu, adalah waktu istirahat bagi mereka.

YoSeob POV

Hari minggu, akhirnya, hari ini adalah waktu istirahat bagi kami semua, aku hanya duduk di dalam kamarku, menatap foto JunHyung dan aku. Itu masa-masa yang sangatlah indah dan menggelikan. Namun entah kenapa, sekarang JunHyung berubah. Tanpa sadar setetes air mata keluar dari mataku, aku mulai menangis, Jun yang sekarang tampaknya berubah total, tampaknya Jun sepertinya sudah melupakanku, apa ini semua terjadi sejak aku berpindah ke Amerika dahulu, aku sangat senang, bisa bertemu Jun di sekolah ini bahkan menjadi room mate- nya.

“YA~! Keluar dari kamarmu sekarang, cepat, sarapan!” Aku mendengar suara Jun dari luar, segera ku hapus air mataku, menujukkan wajahku yang ceria seperti biasanya, walau hatiku sebenarnya igin sekali menangis.

“Ne, Hyung, sebentar saja, aku akan keluar” Kataku, begitu aku terlihat lebih baik, ku simpan fotoku dan Jun di dalam saku ku, saat aku keluar dan melihatnya, rasanya seperti airmataku ingin keluar lagi dari mataku, tapi aku menahannya untuk tidak keluar dari mataku.

“Sarapanmu sudah ku siapkan, sana! Makan!” Kata Jun, sepertinya Jun sekarang bersikap dingin kepadaku.

“Ne, Hyung” Kataku, aku langsung memakan makanan yang sudah dipersiapkan Hyung untukku, menunggu Hyung pergi, air mataku akhirnya keluar lagi, mengingat dahulu Hyung memanng sering membuatkan roti untuk sarapanku, dan kami selalu makan bersama di meja maka, sambil bercanda.

Flashback(Still YoSeob POV)

“Seob! Keluarlah dari kamarmu, aku sudah mempersiapkan sarapan untukmu” Kata Jun, sambil mengetok pintu kamarku.

“Ne, Jun… Aku memang sudah lapar untung saja, kau sudah mempersiapkan sarapan untukku… kkk~” Aku segera keluar kamar, dan berjalan ke meja makan melihat roti di situ, segera aku memakannya, Jun hanya terkikik melihat tingkahku. “Enak, Jun!” Kataku sambil mengunyah roti itu. “Nyam nyam nyam..” gumamku tak jelas

“Jun , kalau kau sudah besar kau harus jadi chef!” Kataku saat mencicipi roti tersebut, dan aku tidak bercanda, rasa rotinya berbeda dari yang biasanya yang ku makan rasanya sangat enak.

“jadi chef?? Jadi chef dengan hanya menyajikan roti dan susu??? Kalau gitu semua orang juga bisa jadi chef” Kata Jun begu mendengarku berkata begitu.

Bletak

“appo jun….” Aku mengelus-elus kepalaku yang dipukul oleh Jun.

Bletak

“ada apa lagi Jun??” Tanyaku bingung karena Jun tiba-tiba memuku kepalaku lagi.

“kau harus memanggilku hyung tau! H-Y-U-N-G HYUNG bukan memanggilku Jun itu tidak sopan!” Kat Jun menasehatiku

“ne hyungie~~~” Kataku.

“good boy” Kata Jun, saat aku memanggilnya ‘Hyung’, sesuai seperti keinginannya, setelah itu kami malah sarapan sambil nyanyi lagunya Hyuna anehkan haha itulah kami berdua

Buble pop uh uh uh uh huuuuh

Flashback end

Tak terasa air mataku tetap tidak bisa kutahan padahal aku terus berusaha untuk tidak menangis dari tadi ah semoga mahlik itu tidak balik kesini dalam waktu dekat tapi sepertinya aku sedang tidak beruntung lihat dia sudah datang dan duduk dengan tenang terpaksa aku harus menundukan kepalaku sampai seperti ini.

“YA~! Ada apa denganmu? Mengapa tiba-tiba menangis” Tanya Jun tiba-tiba. Omo! Apa Jun melihatku menangis? Aissh! Mengapa aku tidak menyadari kalau dari dia memperhatikanku.

“A- anio, Hyung,” Jawabku cepat. “A- ku hanya… Hanya…” Entahlah, aku tidak merasa baik, aku langsung berlari ke kamarku, menangis dalam kamarku sendirian. “H-Hyung…”

Menangis di depan Jun, dibuatkan sarapan oleh Jun, melihat Jun tertawa, semuanya mengingatkan ku tentang masa kecil kami berdua. Saat aku sedih dahulu, Jun akan duduk di sampingku, kemudian menyemangatiku, menceritakan leluconnya, yang kadang tidak lucu, dan menyuruhku untuk tersenyum. Dahulu dia selalu berkata saat aku tersenyum, itulah saat yang paling membuatnya bahagia.

Flashback(Still YoSeob POV)

“YoSeob… Kau harus mengikuti Appa ke Amerika…” Kata Appa. “Dan, kau tidak boleh menolaknya”

“Huaaaa… Tapi Appa, aku tidak ingin meninggalkan tempat ini, disini aku sudah mempunyai banyak teman, jika aku pergi, maka akan susah mendapat teman baru disana.” Seketika, aku langsung menangis dan pergi ke taman dimana biasanya aku dan Jun bermain.

Jun langsung menghampiriku dan berkata “Seob? Mengapa kau menangis”

“Hyung… Hik… Ottokhae…?? A- aku harus meninggalkanmu… Huaaa…. Aku… Aku tidak mau pergi sendirian… Hik… Bagaimana jika nanti kau melupakanku” Kataku.

“YoSeob… Aku yakin… Suatu hari nanti kita akan bertemu… Percaya deh… Dan, aku pasti takkan melupakanmu… Aku janji…” Kata Jun, tersenyum tulus, kemudian memberikan sebuah album foto kecil yang berisi fotoku dan foto Jun.

“Hyung…” Kataku. “Kau janji untuk terus mengingatku kan?” aku kemudian bertanya sekali lagi memastikan apakah Jun benar-benar tidak akan melupakanku.

“Aku janji…” kata Jun sambil mengulurkan jari kelingkingnya, kemudian aku mengulurkan jari kelingkingku dan kami melakukan pinky promise.

Aku tersenyum sedikit. “Nah… Begitu dong, tahukah kau, YoSeob, saat kau tersenyum itulah saat dimana aku sangat bahagia…” Kata Jun. Kemudian memaksaku untuk tersenyum, terpaksa, aku menurutinya saja dari pada nanti Jun marah.

Flashback End

“Hy- Hyung… Kau sudah mengikari janjimu…” Kataku pelan. “Kau benar benar sudahh berubah, Hyung… Hik… Mengapa dahulu aku harus percaya pada semua perkataanmu?? Aku tidak menyangka… Ternyata aku dulu sangat bodoh…” Lanjutku, kemudian aku mencari foto itu, fotoku dan Jun. Huh?! Mengapa tidak ada? Aish… Pasti jatuh saat aku sarapan tadi… Bagaimana jika Jun melihat foto itu? Aissh… mengapa aku tidak menyimpannya dengan baik?

YoSeob POV End

JunHyung POV

Aku berjalan ke dapur untuk mengambil air, kemudian aku merasa seprtinya aku menginjak sesuatu, huh? Apa ini? Ini adalah selembar foto. Kemudian aku membaliknya, aku merasa kaget saat membaliknya.

JunHyung POV End

JunHyung membalik foto tersebut dan kaget saat melihat foto tersebut, saking kagetnya, gelas yang dipegangnya terjatuh.

*PRANG!*

Bunyi gelas yang jatuh itu dapat terdengar hingga kamar YoSeob. Karena penasaran, YoSeob segera keluar dari kamarnya dan kaget melihat JunHyung mematung sambil memegang foto yang dicari YoSeob.

“B-Berikan foto itu!” Kata YoSeob langsung saat melihat JunHyung memegang foto masa kecilnya.

“Ya~ dari mana kau mendapat foto ini?” Tanya JunHyung.

TBC

a/n Oke… Ini chapter satu… Tidak sabar untuk chapter 2?? Tunggu saja… Tidak jelas??? Harap dimaklumi… Karena author-nya gaje semua… Ngga ngerti sama bahasa??? Cukup tanya sama gue ajah… Makasih ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s