[FanFiction] My Room Mate (Chapter 2 a.k.a Final)

Posted: September 28, 2012 in FanFiction
Tag:, , , , , , , , ,

This is the second chapter of this fanfiction… And i must warn you once again, that this is YAOI fanfiction >.<, please don’t read if you don’t like

Author: Yong Jun Seob

Title: My Room Mate

Cast(s): All Member B2ST

Pairing: JunSeob, DooSeung, KiWoon

Genre: Humor

Leght: Two-shoot

Chapter: 2 of 2

Chapter 2 a.k.a Final Chapter

-The Confession of My Old Best Friend and Hyung-

YoSeob POV

*PRANG* aku mendengar suara gelas jatuh awalnya, aku tidak ingin keluar tapi itu membuatku semakin penasaran, karena yang aku tahu, Jun tidak mungkin melakukan sesuatu yang seperti itu, Jun adalah orang yang super duper hati-hati, jadi aku segera keluar dari kamar.

Mataku melebar, jariku menunjuk ke arah Jun, aku mematung melihat Jun yang berdiri mematung disana sambil memegang foto masa kecil kami. Segera aku berusaha merebut foto itu dari tangannya. “Berikan foto itu!” Kataku.

“Ya~! Dari mana kau mendapatkan foto ini?” Kata Jun, kemudian berpaling menghadap kepadaku, ku rasa dia sepertinya sudah sangat marah, sepertinya dia berpikir bahwa aku mengambil foto itu dari sahabat masa kecilnya, mungkin dia pikir aku mencurinya dari sahabat lamanya, diriku sendiri.

Sepertinya ini menjadi tidak baik jika dia tidak tahu kebenarannya, “U-um… Foto itu… Umm…” Kataku pelan.

“Beritahu aku! Apa kau mencurinya? Mengambilnya atau bagaimana??? KATAKAN PADAKU!!!” Teriak Jun, dia tidak pernah berteriak padaku dahulu, mengapa sekarang ini Jun sangat berberda dengan Jun yang dahulu aku kenal? Setetes air mata terasa jatuh dan membasahi pipiku, bahkan tidak menyadarinya.

Aku segera menghapus air mata itu saat menyadarinya, oke aku tidak perlu menutupinya lagi. “Itu foto masa kecilku bersama sahabatku yang terbaik tetapi kukira dia masih mengingatku tetapi ternyata aku salah, dia ternyata sudah melupakanku dia bahkan sering melakukan hal yang dahulu tidak pernah dia lakukan padaku aku bahkan terlalu bodoh untuk mempercayai janjinya untuk terus mengingatku, jika kau ingin menyimpannya, simpan saja, lagi pula aku masih punya banyak foto masa kecilku.” Kataku kemudian meninggalkan Jun, masuk ke kamarku dan menangis kembali. Saat Jun berteriak memarahiku, rasanya sakit sekali dihatiku.

Yoseob POV End

JunHyung POV

Sahabat masa kecil? Janji?? Foto ini??? Sepertinya tidak asing di mata ku tapi, dimana?? Apa aku pernah bertemu dengannya dahulu? Tapi, dimana?

Flashback(Still JunHyung POV)

“YoSeob?” Kataku pelan. “Seob… Mengapa kau menangis”

“Hyung… Hik… Ottokhae…?? A- aku harus meninggalkanmu… Huaaa…. Aku… Aku tidak mau pergi sendirian… Hik… Bagaimana jika nanti kau melupakanku” Jawabku.

“YoSeob… Aku yakin… Suatu hari nanti kita akan bertemu… Percaya deh… Dan, aku pasti takkan melupakanmu… Aku janji…” Kataku sambil tersenyum, kemudian mengeluarkan album foto yang pernah ku buat.

“Hyung…” Kata YoSeob. “Kau janji untuk terus mengingatku kan?” tanyanya ragu.

“Aku janji…” kataku sambil mengulurkan jari kelingkingku, kemudian YoSeob mengulurkan jari kelingkingnya dan kami melakukan pinky promise.

Flashback End (Still JunHyung POV)

“Seob…” Gumamku pelan. Perlahan aku berjalan menuju kamarnya, tidak ada yang lain yang ku dengar, yang ku dengar hanyalah suara orang menangis, apa Seob menangis? Apakah semua itu karena aku? Aissh… Sepertinya aku terlalu jahat padanya, aku segera mengetuk pintu kamarnya.

“N- ne, silahkan masuk,” jawabnya.

“YoSeob…” Gumamku.

“Ne, Hyung, ada apa datang ke kamarku” katanya. Aku berusaha masuk ke kamarnya, tapi dia menghalangi ku.

“Wae?” Tanyaku. “Aku hanya ingin duduk di dalam” kataku

“A- anio… Aku mohon Hyung…” pintannya.

“Tidak!! Jangan halangi aku!!!” Aku segera masuk ke kamarku, melihat album yang dahulu ku berikan kepadanya, masih ada dan terbuka di atas tempat tidur.

“Sudah ku bilang, kan Hyung, kau tidak perlu masuk” Katanya. Aku bisa melihat bekas air mata di album foto itu dan juga di seprai.

Segera aku memeluknya dan berkata “Mianhae, YoSeob… Seob… Maafkan aku”

JunHyung POV End

Sementara itu, di kamar milik HyunSeung dan DongWoon…

“Hyung….” Kata DongWoon.

“Hmm?” Jawab HyunSeung, menatap DongWoon.

“Hyung, aku… Aku … Sedang menyukai seseorang, tapi Hyung jangan bilang-bilang, ya..” Kata DongWoon.

“Ne… “ Jawab HyunSeung.

“Hyung janji?” Tanya DongWoon, HyunSeung hanya mengangguk. “Hyung… Aku… Aku menyukai Lee Ki Kwang, Hyung…” Kata DongWoon, wajahnya blushed.

“Kekekeke…. Kau sekarang ini jadi tambah mirip seperti onta arab yang dimasak dan di beri saus tomat, Woon” Kata HyunSeung.

“Hyuuuuuung~” Kata DongWoon, sambil ber-aegyo, sebenarnya berhasil, hanya saja HyunSeung memperlakukannya layaknya tak berhasil.

“Yah! Itu tidak cute sama sekali…” Kata HyunSeung.

“Aku tahu…” Kata DongWoon.

“Akhirnya, dia menyadari sendiri…” Kata HyunSeung.

“MWO????!” DongWoon berteriak, daaaaan… Currrrrrrrrrrrr…. Air disiram HyunSeung ke kepala DongWoon.

“Hey! Onta arab, kau bisa tenang tidak??” Tanya HyunSeung.

“N-ne… Hyung…” Kata DongWoon. “Huaaaaaaaaaaaaaah… Ngantuk sekali” Katanya sambil beranjak tidur.

Saat sudah tidur beberapa menit, dia baru menyadari bahwa dia basah kuyup “Aish.. Gara-gara Hyung…” Gerutunya, sambil mengganti bajunya.

Sementara itu, diluar kamar DongWoon, HyunSeung hanya tertawa, “Gegegegege…” Tawanya.

DongWoon POV

Setelah berganti baju, aku segera tidur, tidak peduli apa yang terjadi… Aku sudah sangat capek… Sudah! Itu saja intinnya, AKU INGIN TIDUR!!! Huaaaaaaaaammm…

Ini sudah pagi yah?? Aku tidak menyadarinya…

Aku segera mangganti bajuku dan pergi ke sekolah, disana aku melihat Lee Kikwang tampak menunggu seseorang disana, dan begitu melihatku, dia langsung berlari menuju ke arahku sambil berkata. “Woon!!! Bogoshipo~~” Dia tampak sangat cute jika bertingkah seperti itu… Aku hanya bisa tertawa kecil melihat tingkahnya yang begitu cute, dia berlari ke arahku dan menggandeng tanganku, aku bisa merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia mengikutiku kemanapun aku pergi, bahkan duduk disebelahku.

Waktu rasanya berjalan sangat cepat saat aku bersamanya, sekarang adalah istirahat dan aku dan Kikwang sedang duduk di taman sekolah dan dia berkata.

“Ireonaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ Ireonaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ IREONAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!! YA~ SON DONGWOON ONTA ARAB BANGUN!!!”

Aku segera terbangun dari tidurku, aku tidak percaya seharian yang indah itu hanya ku alam dalam mimpi ugggggh…. Kenapa itu tidak menjadi nyata saja… Aish…

DongWoon POV End

“Hyung… Harusnya hyung tidak usah membangunkanku… Aku ingin tidur… Selamanya juga tidak apa-apa… Aish… Hyung merusak mimpi indahku..” Kata DongWoon begitu terbangun dan melihat HyunSeung berdiri disitu.

“Kau bermimpi tentang Lee Kikwang?” Tanya HyunSeung, DongWoon hanya mengangguk.

“Aish,… Hyung mengganggu tidurkku dan juga menghancurkan mimpi indahku… Hyung benar-benar… Arrgh” Keluh DongWoon.

“Terserah kau lah..” Kata HyunSeung sambil menahan tawa, dan kemudian keluar dari kamar DongWoon.

HyunSeung POV

Sejujurnya… Sama seperti yan lainnya aku juga menyimpan perasaan suka kepada seseorang. Dia adalah namja yang manly, dan cukup terkenal disekolah ini, yap… Harus ku akui sendiri, aku menyukai sahabatku sendiri, Yoon Doo Joon. Dia sering membantuku, mengerjakan PR, jika ada seseorang ingin menindasku, dia selalu menghalanginya… Ah.. Dia itu adalah namja yang paling sempuna yang pernah ku temui. Aku ingin sekamar dengannya…. Bukan dengan onta ini… Aigoo~ mengapa harus ada murid baru yang datang?? Ini akan menyusahkanku

“Hey! HyunSeung” Aku mendengar seseorang memanggilku, aku kenal suara itu, dia pastilah Yoon Doo Joon.

“N- ne?” Aku berbalik melihat ke arah DooJoon.

“Bukankah menurutmu yeoja itu cantik… Maksudku yeoja yang bernama Gayoon itu…” Kata DooJoon sambil menunjuk ke arah Gayoon.

Ingin rasanya aku menangis didepannya saat mendengar dia berkata seperti itu, tetapi ku tahan saja rasa tangisku “Hmm” jawabku.

“Kau tahu siapa dia??” Tanya DooJoon. Mana ku tahu siapa dia -__-“ apa dia yeoja chingu-mu?? Dia alien ya??? Atau dia itu orang gila? Huh?? Aku ingin tahu siapa sih dia.

“Mana aku tahu” -__-“ aku menjawab pertanyaan doojoon.

“Dia adalah sepupuku” Katanya. Hufft…-__-“ Sepupumu yah… Oh, kupikir dia adalah alien yang kesasar sampai kemari.

“Oh…” Hanya itu kata yang keluar dari mulutku.

“Hmm.. Omong-omong lihat! JunHyung dan Yoseob (?) sepertinya mereka sudah akrab” Kata DooJoon sambil menunjuk ke JunHyung.

“Hey Hyung!^^” Kata JunHyung.

“Hey! Sepertinya kau terlihat semakin akrab dengan YoSeob… Kau menyukainya, ya??” Goda DooJoon

“Ah! Tidak, Hyung” JunHyung blushed.

“jangan berbohong! Wajahmu saja sudah membuktikan kau menyukainya…” Kali ini aku yang menggodanya.

“Percayalah padaku, Hyung…” Katanya.

“Enak aja :p… Tingkahmu saja tak membuktikan kalau kau tidak menyukainya… Tapi kalau ku lihat sepertinya Yoseob menyukaimu” Kata DooJoon.

“Waah… benarkah, Hyung?? Jinjja yo??” Tanya JunHyung dengan wajah senang.

DooJoon mengangguk dan berkata “Haha… Hyunseung, kau lihat?! Sudah ku katakan Junhyung menyukai Yoseob… hahaha…” Katanya sambil menyenggolku.

Tanpa sadar aku blushing “Kau menyukai DooJoon” Goda JunHyung tanpa smirk ataupun ekspresi lain.

“Tidak!” Jawabku.

“Jangan berbohong…” Kata JunHyung. “Wajahmu lebih terlihat seperti tomat”

“Jinjja?? Ah, kau jangan mengada-ada, JunHyung” Kataku, sambil menutupi wajahku dengan kedua tanganku.

“Ya~! Dengarkan aku!!!! Mengapa kalian mencueki aku???” DooJoon akhirnya berteriak.

“Umm…” Entahlah, kali ini aku merasa seperti kehabisan kata-kata.

DooJoon segera menarikku ke suatu tempat, tepatnya taman sekolah, menyuruhku duduk di bangku panjang disana. “Umm.., Hyunseung…” Kata DooJoon gugup, hatiku berdegup kencang saat mendengar dia memanggil namaku.

“n-ne??” Jawabku gugup.

“S-s-s-saranghae… A-a-apa kau mau menjadi namja chingu-ku??” Tanyanya.

“Umm…” Aku merasa sepertinya sekarang aku sedang blushingmerahnya bahkan mungkin lebih dari tomat. “n- n- nado saranghae, Doo… T-t-tentu saja”

“Jinjja???” Tanyanya. Aku mengangguk perlahan.

“Saranghae nae Seungie” Katanya sambil memelukku erat.

“Ne… Nado saranghae, Doo” Kataku sambil membalas pelukannya, aku tidak tahu lagi apakah ini semua hanyalah mimpi indah atau kah sebuah kenyataan yang indah. Kuharap ini merupakan kenyataan. “Doo apa ini semua mimpi atau kenyataan?” Tanyaku ragu-ragu.

“Ini merupakan kenyataan yang indah” Katanya sambil tersenyum manis.

HyunSeung POV End

DooSeung couple akhirnya sudah bersatu, “Hyung ^^” Terdengar suara JunHyung memanggil hyung-nya, tentu saja mereka serentak kaget.

“N- ne??” Jawab Hyunseung gugup.

“CHUKAEEEEEEE~” Teriak JunHyung.

“Huh?!” Tanya HyunSeung layaknya orang bodoh.

“Aku sudah tahu sejak awal kalian berdua saling suka” Kata JunHyung, nyaris tanpa ekspresi di wajahnya.

“Jinjja? Darimana kau mengetahui semua itu???” Tanya HyunSeung.

“Ceritanya panjang, jadi sebaiknya tidak ku ceritakan.” Kata JunHyung sambil smirk lalu, berjalan meninggalkan mereka, sambil tertawa sendiri mengingat saat DooJoon sedang mengingau dalam tidurnya.

Flashback

Ini merupakan tahun pertama untuk JunHyung, HyunSeung, dan DooJoon dalam sekolah itu, saat itu, JunHyung dan DooJoon merupakan room mate, tetapi, sesuatu yang aneh terdengar dari kamar DooJoon, dia mengingau! Bukan hanya itu, dia mengingau tentang HyunSeung!

“HyunSeung… Kau sangaaaaaaaat cantik~” DooJoon mengingau.

“Huh? Apa itu?? Bukankah itu suara DooJoon?” Kata JunHyung sambil mendekatkan telinganya ke pintu.

“Jang Hyun Seung-ssi… Mau kah kau menjadi namja chingu-ku??” Junhyung tertawa kecil diluar. “T- tidak??? Waeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~??”

“Malang sekali nasibmu, Yoon Doo Joon” Kata JunHyung sambil tertawa kecil.

Paginya, JunHyung terbangun dan melihat DooJoon sedang mempersiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, JunHyung hanya smirksaat mengingat kejadian semalam, tetapi, ia takkan memberitahu kepada DooJoon sampai saat yang tepat.

Flashback End

“Hyung^^” JunHyung mendengar suara YoSeob dari belakang yang memanggilnya sambil ber-aegyo.

“Hmm..?” Jawab JunHyung.

“Bukankah sudah masuk? Kajja! Kita masuk kelas” Katanya

=/SKIP/=

Sekarang merupakan jam istirahat bagi mereka semua… Semua orang sedang duduk dan menyantap makanannya di kantin, kecuali bagi DongWoon.

DongWoon POV

Aku sedang tidak memilikki mood untuk makan, sudah seharian Kikwang mencuekiku… salahku?? Aku hanya menyukainya… Dan tidak ada yang tahu, kecuali HyunSeung-hyung… Siapa lagi yang tahu?? Atau, apakah HyunSeung-hyung memberitahu yang lainnya? Ah, tidak mungkin… Aku mempercayai HyunSeung-hyung lebih daripada yang lainnya.

“Kikwang-hyung~” Panggilku saat Kikwang lewat. Akhirnya, Kikwang berbailik dan melihatku. “Mengapa kau mencuekiku seharian ini??”

“Ani… Aku tidak mencuekimu… A- aku hanya berdiam diri di depanmu” Katanyanya lalu, tertawa sedikit.

“Aish, Kwangie-hyung… Aku sedang tidak bercanda…” Kataku.

“Baiklah…” Katanya.

“Kw- Kwangie-hyung… S- sa… Aish… Mungkin ini bukanlah saat yang tepat, lupakan saja, Hyung..” Kataku sambil beranjak pergi.

“T- TUNGGU!!” Katanya sambil memegang tanganku. “Nado saranghae, Dongwoonie…” Katanya, sambil tersenyum tulus.

“Hy- Hyung??” Tanyaku, aku merasa menjadi orang bodoh sekarang, apa aku sudah tertular penyakit pabbo dari Kikwang yah? Ah, tidak mungkin penyakit pabbo tak menular.

“Nado saranghae, Woon” Kata Kikwang, lalu mengecup pipiku.

“Ini bukan mimpi, kan?” Tanyaku, lalu dia mencubit pipiku. “Awh, appo!”

“Maka itu bukanlah mimpi” Katanya. “Melainkan kenyataan yang indah, karena akhirnya aku mendapatkan pujaan hatiku”

“Hyung.. Tidak perlu begitu…” Kataku.
“Woonie-ah,… Kau blushing” Katanya lalu tertawa, aku hanya menutupi pipiku, aku tahu saat dia tertawa, wajahku akan menjadi lebih merah, karena dia terlihat sangat cute saat tertawa.

DongWoon POV End

“Hyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunggg~~~~~” YoSeob berteriak sambil berlari ke arah JunHyung.

“Wae?” Tanya JunHyung melihat YoSeob yang berlari ke arahnya.

“Hyung sedang apa?” Tanya YoSeob.

“Sedang bernapas, kau tidak lihat aku masih hidup?” Jawab JunHyung dengan wajah rata, tanpa ekspresi sedikit pun.

JunHyung POV

Aku berencana untuk membuat YoSeob tertipu, jadi aku mencampur cat yang berwarna seperti darah dan sudah meminta bantuan DooJoon untuk berpura-pura menjadi pembawa mobil yang tidak sengaja menabrak seseorang di tengah jalan.

Jadi, disinilah rencanaku bermula… “Seobbie-ah… Ayo kita jalan-jalan” Ajakku.

“Ayo, Hyung^^” Jawabnya. Selama ini, rencanaku berjalan dengan mulus.

Aku membelinya es krim rasa coklat, kesukaannya sejak kecil sampai sekarang, tidak pernah berubah sama sekali, lalu aku membelinya sebuah sandwich yang kita makan bersama.

“Seobbie.. Tunggu sebentar” Kataku sambil menelepon DooJoon. “DooJoon-hyung, kau sudah siap?”

“Tentu saja!” Jawabnya. “Aku sudah sampai”

“Baiklah” Kataku siap dengan ‘kantong darah’ku.

Kemudian berpura-pura menyebrang, lalu DooJoon segera mengerem mobilnya, dan aku hanya berpura pura terjatuh, tak lupa ku berteriak dahulu sebelum jatuh dan melubangi ‘kantong darah’ku.

“Hyuuuuuuuuuuuuung!!!” Aku mendengar suara YoSeob yang sudah mau menangis, ingin rasanya aku tertawa saat itu, hanya saja aku menahan rasa tawaku.

“Kita baru saja mengingat masa lalu, hyung baru saja menjadi Junnie Hyung-ku yang dahulu… Tapi, kenapa sekarang Hyung harus pergi duluan??? Hiks… Ini tidak adil… Hyung… Hiks…. Kenapa Hyung sudah seperti ini??? Hiks padahal Hyung kan baru tahu kalau aku itu Yoseob yang dahulu??? WAEEEE??? HYUUUUUUUUUUUUUNG~~ WAEEEE AKU TIDAK MAU KEHILANGAN HYUNG DULU, INI BUKANLAH KENYATAAN HIKS…. INI PASTI HANYA MIMPIIIIII!!!” Suaranya sepertinya semakin melemah. “Mungkin inilah saatnya… H- hyung.. Setidaknya kau masih bisa mendengarnya… Sa- sa… Saranghae Hyung… Jeongmal saranghae, bukan hanya sebagai Hyung terbaik yang pernah ku punya, ini lebih dari itu”

Perlahan aku membuka mataku sambil menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. “Kau tertipu… Naso saranghae, Seobbie-ah”

“Hyung?? HYUNG!! Kau tega!!! Kau tega membohongiku… Aku pikir Junnie Hyung sudah meninggal… kau tega, Hyung… Hiks” Katanya.

“Tidakkah kalu lihat kalau darahnya hanya di aspal,” Kataku menjelaskan.

“Oh.. Iya,” Katanya baru menyadari. “TAPI, TETAP SAJA Junnie Hyung tega!!!!!!!!!! Aku benci…”

Bukan karena sudah memaafkan Junhyung, dia berhenti berkata-kata, tetapi bibir JunHyung yang sudah membuat Yoseob berhenti mengomel. Perlahan, Yoseob juga memberi respon pada Junhyung.

“Saranghae, Seobbie…” Kata JunHyung tulus.

“Nado saranghae, Junnie Hyung” Katanya sambil memeluk JunHyung dan membalas senyumannya walau masih ada sedikit air mata yang tumpah, tapi itu sebenarnya merupakan air mata kebahagiaan karena dia kini telah mendapatkan seorang hyung yang sejak dahulu ia cintai, rindu, dan inginkan.

One Month Later

JunHyung dan YoSeob duduk di taman tempat JunHyung menjadi tempat bersejarah untuk JunSeob. Karena, dari tempat itulah mereka menjadi lebih dari pada hanya sahabat, posisi mereka sangat nyaman sekarang, Junhyung sedang duduk santai disana, Yoseob menyandarkan kepalanya ke dada JunHyung.

“Junnie hyung…” Panggil Yoseob.

“hm?” Jawab Junhyung singkat.

“Apa Junnie hyung masih ingat saat itu disini??” Tanya YoSeob.

“kekekeke… Tentu saja… Kau seperti orang bodoh tau…” Kata JunHyung dengan gaya mengejeknya, seperti dahulu tak pernah berubah.

“Junnie Hyuuuuuuuuuuuung~!” Teriak Yoseob marah. “Itu karena aku khawatir Junnie hyung akan pergi..” Jelasnya.

“Tetap saja… kau masih seperti orang bodoh” Kata Junhyung.

“Junnie Hyuuuuuuuuuuuuuuuuuung~~~~!! >.<”Kata YoSeob, wajahnya sudah merah menahan marah. Perlahan JunHyung mendekatkan wajahnya ke wajah Yoseob dan CHU~ bibir mereka bertemu kembali dalam sebuah ciuman yang begitu manis dan penuh cinta (yap ini yang biasa dilakukan JunHyung saat YoSeob marah padanya).

“Kajja~” Kemudian mereka berjalan melanjutkan kencan mereka.

=/END/=

Gaje?? pasti lah…. author-nya aja gaje… –__–. Maklum… Nih author baru pertama bikin ff, jadi harus dimaklumi yah… oke, ini official end-nya, rencananya sih author pen bikin ff baru, bukan YAOI, oke bocorannya-> Cast-nya: Kikwang, You. Tapi ini character die… Mian yah klo g suka… Gumawo sebelumnya,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s